![]() |
| Ide gambar dari Mbak Iin, diambil dari FB Pak Basit :-) |
Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, beliau berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.
Demikian juga Allah Swt menegaskan yang diabadikan dalam Al-Quran surat Al-Ahqaaf : 15 yang berbunyi :
وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَاناً حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهاً وَوَضَعَتْهُ كُرْهاً وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْراً حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحاً تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai. berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.
Demikian, Dien kita mengajari kita bagaimana seharusnya sikap kita terhadap Ibu kita. Pun di sekolah, saat masih Taman Kanak-Kanak, kita diajarkan tentang mulianya seorang Ibu, luarbiasa, seperti matahari :
Kasih Ibu kepada beta,
Tak terhingga sepanjang masa,
Hanya memberi tak harap kembali,
Bagai sang surya menyinari dunia.
Alhamdulillah semua itu tertanam dalam hati dan diri kita warga SMP Brosot angkatan 90. Tidak ada dari kami yang tidak mencintai Ibu kami. Meski ada diantaranya sudah ditinggal selama-lamanya, tetapi tidak jua menghapus cinta kasih dan sayang kami kepada beliau.
Cinta kadang susah diungkapkan, begitu juga Cinta Ibu. Seperti teman-teman, yang saya Whatsapp satu-persatu bagaimana makna Ibu bagi mereka. Mereka hanya mampu tertegun, tak dapat berkata apa-apa dengan rasa berkecamuk di dada, "betapa aku mencintai Ibu." Seperti yang dilakukan Pak Untoro, Mbak Sriningsih, Pak Sarjiya, Pak Satoto, Pak Nur Efendi, Mbak Sulis, Pak Jazuli, Mbak Tiwi Yuli, Mbak Siti, Pak Sigit, Pak Eko, Pak Hening, Pak Fathur, Pak Zoelfikar, Pak Sumaryadi, Pak Yahya, Pak Wakidi, Mbak Nuncy, Mbak Ervina, Pak Samsu, Mbak Nurbanat, Pak Sumbogo, Pak Kliwon, Pak Heru, Pak Purbo, Pak Moko, Pak Sugeng, Mbak Arum, Mbak Lis, Pak Arif, Mbak Nurwendah, Mbak Evi dan Mbak Esti.
Sementara ada juga yang balas WA saya, "Mbaakk, aku susah mengungkapkannya, gak pinter mengejawantahkan rasa dengan bahasa tulis," seperti yang dituturkan Mbak Winda, Mbak Tutut dan Mbak Tri Sutiasih.
Ada yang janji, nanti aku tulis, tapi sampai sekarang gak ditulis-tulis juga, seperti Pak Bayu, Mbak Asih, Mbak Rina Yunanti, Mbak saryati dan Pak Agus Sumanto. Heee
Ada yang centang satu, mungkin karena WAnya tidak aktif yaitu Pak Puryanto, Pak Sukardi.
Ada yang membalas hanya dengan satu kata namun sarat makna, "Ibuuuuuuuuuuuuuu...! (Mbak Nety Herawati)
"Susah mengungkapkannya dalam kata-kata yang indah tuk didengar, saya tak pandai menuliskannya, tak terkatakan...." (Mbak Rosana Idawati).
"Hehe opo yoo, Ibu itu pahlawanku, teladanku, pelita hidupku dan tanpanya terasa hampa hidupku. Pokoke aku wakil dirimu say." (Mbak Sumarsih)
Ada yang terus meleleh airmatanya, teringat betapa Ibu penuh pengorbanan untuknya,
"Aku punya cerita tentang Ibuku yang tidak akan terlupa sampai kapanpun. Duluuu, ketika aku masih SMA, dusun Kuwaru tempat kami tinggal selalu banjir bila hujan terus tiada henti. Bayangkan, sepinggang lhoh, gak tanggung-tanggung. Padahal aku harus naik bis ke sekolah dan nunggu bisnya dilain dusun. Kalau sudah begitu, ibuku selalu boncengin aku pake sepeda. Sepeda tidak dinaiki tapi dituntun sementara aku bonceng di belakang. Ibu melakukan itu dengan maksud ben sikil karo lakangku ora gegatelen kena air banjir, agar baju tidak basah. Dan nanti sesampai di tempat nunggu bis tinggal pakai sepatu. Selalu begitu tiap pagi, Ibu bersusah payah menuntun sepeda dan aku mbonceng dibelakang sampai perhentian bis, padahal aku gak minta huhuhu.... Ya Allah....hiks (menangis).
Kalau inget itu semua...tak kuasa menetes air mata ini.
Sampai sekarang membekaaaass banget....(meleleh) (Mbak Ipuk Haryanti)
"Aku punya cerita tentang Ibuku yang tidak akan terlupa sampai kapanpun. Duluuu, ketika aku masih SMA, dusun Kuwaru tempat kami tinggal selalu banjir bila hujan terus tiada henti. Bayangkan, sepinggang lhoh, gak tanggung-tanggung. Padahal aku harus naik bis ke sekolah dan nunggu bisnya dilain dusun. Kalau sudah begitu, ibuku selalu boncengin aku pake sepeda. Sepeda tidak dinaiki tapi dituntun sementara aku bonceng di belakang. Ibu melakukan itu dengan maksud ben sikil karo lakangku ora gegatelen kena air banjir, agar baju tidak basah. Dan nanti sesampai di tempat nunggu bis tinggal pakai sepatu. Selalu begitu tiap pagi, Ibu bersusah payah menuntun sepeda dan aku mbonceng dibelakang sampai perhentian bis, padahal aku gak minta huhuhu.... Ya Allah....hiks (menangis).
Kalau inget itu semua...tak kuasa menetes air mata ini.
Sampai sekarang membekaaaass banget....(meleleh) (Mbak Ipuk Haryanti)
Pak Suharyanto Putra Bu Tumijem Ibu Guru kita : "Crito tentang ibu, pastinya masing-masing punya "kehebatan."
Ibuku, dari umur 38th menjanda, dengan 3 anak laki-laki "bandel" yang harus dibesarkan dan dientaskan. Dan renovasi rumah yg baru 1/2 jalan, dengan penghasilan "masih" seorang guru SD..... (tak kuasa melanjutkan kata-katanya).
Pak Sutrisno mengungkapkan dengan semacam puisi bahasa kromo inggil, yang sayapun mikir untuk mengartikannya hehe, tapi kurang lebih mengingatkan besarnya jasa Ibu dan pesan untuk berbakti padanya (iyakan Pak?) :
Mulat salira reh kautaman sejati
Tan sigra lapa maring kamulyan
Gagat karasa raina
Samubawa katon endah tetrawangan
Hanggrasa mring samubawa
Saka kabeh kang wus dumadi
Bandha prabea lan kamulyan donya
Tan ora bisa darbe ginanti
Mangka ora bakal ana sira ing donya
Krana asale saka garba
Mumpung durung kelantur
Mumpung durung teka agetune ati
Upakara kanti nastiti
Biyung kang tansah nresnani
Wiwiti....saiki..
Salam karaharjan
Sedang Mbak Iin Endrayani, mengungkapkan dengan puisi-puisi indahnya :
Malaikat tak bersayap
Duhai ...
Sang empunya cinta tak bersyarat
Kasih Tuhan yang maujud
Menjelma dalam cinta siang dan malam
Duhai...
Pembisik mantra sakral
Mengetuk pintu pintu langit
Memohon kucuran rahmat bagi kami
Tak lelah
Menebar jampi-jampi
Sumpah serapah
Pengusir petaka
Perisai sakti
Pelindung raga
Dalam genangan
Darah dan airmata
Mengangkat kami
Ke puncak angkasa
Memelukmu
Menciummu
Memujamu
Membasuh kakimu
mendekapmu erat
Dalam doaku siang dan malam
Ibu
Adalah keajaiban
Kala Tuhan
Memilihmu menjadi malaikatku
Adalah karunia
Kala kau hantar aku
Dalam perjalanan sekejab mata
Dibuai
Dalam dekapan kaya cinta
Akulah
Tempat lautan kasihmu
Tercurah
Mbak Ambar Purwaningsih bercerita,
"Ibuku adalah sosok yang lembut, pengin mandiri, tidak mau merepotkan anak cucunya.
Walau sering dibuat jengkel oleh ulah cucunya, tetep saja kata-kata pujian yang keluar, cucuku pinter, cucuku pandai, cucuku hebat. Hiks.
Ibuku orang yang kuat, walau hidup berbekal pensiunan thok thil. Gak pernah mengeluh kekurangan uang belanja, beda sama aku, udah punya gaji sendiri dari suami tambah dari hasil lapak masiiih tetep mengeluh, heeeemm
Ibuku orang yang sangat sabar, mung disemayani, Insya Alloh akhir bulan pulang, udah seneng pollll. Padahal sampe akhir tahun baru bisa pulang huhuhu. Mewek.
Nek gak ditelpon yo, Ibu positif thingking paling belum kober, hihihi duh Ibuu.
Wah mbak, pokoknya buanyak hal yang membuatku terharu kalo inget "biyunge inyong"
Begitu Mbak Ambar yang sekarang tinggal di Banyumas mengakhiri kata-katanya tentang Ibu.
Pak Bambang SK, menulis tentang Ibu dengan diawali komentar, "biasanya, kalau diperintah Ibu itu jawabnya nanti nanti melulu hehe, tetapi giliran minta sesuatu maunya langsung ada didepan mata." Kemudian disambung dengan sebait pujian :
Untuk Ibu
Yg sll tersenyum penuh damai
Yg sll penuh cinta tanpa dusta
Yg sll penuh kasih tanpa pamrih
Yg senantiasa ada tanpa tanda jasa
Yg sll membagi tanpa harap kembali
Yg sll berdo'a untuk kebahagiaan semua
Dan yg selalu ada bagi mereka suami & ananda
Pak Syaifur dengan malu-malu bilang begini, "demi memenuhi permintaan editor blog, monggo bu ini saja nggih. Hehe." (Beliau pemalu ya, Hee). Dan ternyata ungkapan beliau membuat saya terharu.
"Ibuku adalah wanita terhebat yang pernah kutemui. Hingga detik ini tak pernah aku mendengar beliau mengeluh, semua keadaan yang dialaminya selalu disyukuri, hanya ucapan syukur yang selalu beliau ucapkan. Kesederhanaan dalam kehidupannya merupakan teladan bagi kami, anak-anaknya. Pengorbanan dan keprihatinnya telah mengantarkan kami anak-anaknya menjadi seperti ini. Terima kasih ibu, karena doa dalam setiap sholatmulah, kami anak-anakmu menjadi seperti ini, yang semua ini wajib kami syukuri."
Adik seperguruanku (hee) Dimas Yudha, memposting ke saya sebuah puisi karya Chairil Anwar, menurut beliau, "Kangmbok, ini mewakili perasaanku."
Berikut puisinya :
Berikut puisinya :
Puisi untuk Ibu
Karya : CA
Pernah aku ditegur
Katanya untuk kebaikan
Pernah aku dimarah
Katanya membaiki kelemahan
Pernah aku diminta membantu
Katanya supaya aku pandai
Ibu.....
Pernah aku merajuk
Katanya aku manja
Pernah aku melawan
Katanya aku degil
Pernah aku menangis
Katanya aku lemah
Ibu…..
Setiap kali aku tersilap
Dia hukum aku dengan nasihat
Setiap kali aku kecewa
Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat
Setiap kali aku dalam kesakitan
Dia ubati dengan penawar dan semangat
Dan Bila aku mencapai kejayaan
Dia kata bersyukurlah pada Tuhan
Namun…..
Tidak pernah aku lihat air mata dukamu
Mengalir di pipimu
Begitu kuatnya dirimu….
Ibu….
Aku sayang padamu…..
Tuhanku….
Aku bermohon padaMu
Sejahterakanlah dia
Selamanya…..
Mbak Tiwi Suryaningsih, beliau sejak kecil sudah ditinggal Ibundanya dan beliau bilang, "Ibu adalah wanita yang sempurna, walaupun kita sering menyakitinya, ia selalu memberikan yang terbaik untuk kita, Ya Alloh, ampunilah dosa dan kesalahanku juga ibu bapakku. berikanlah surga untuknya dan jauhkan lah dari api neraka. Sungguh beruntung yang masih memiliki Ibu sampai sekarang.
Ibu adalah orang yang paling berhak dikasihi dan dihormati setelah Alloh dan RosulNya. Tidak mentaati Ibu membuat murka Alloh. Sesungguhnya semua hari adalah hari ibu, semua waktu adalah untuk ibu, mengangkat suarapun tak boleh. keridhoan Alloh berada di keridhoan ibu. (Pak Wildan Jauhari)
Ibu=mama=simbok=biyung=emak=enyak, apapun sebutannya semoga tidak ada hari tertentu saja yang dijadikan hari ibu, tetapi sehari-hari selalu menjadi hari ibu karena kasihnya sepanjang masa. (Komandan Budi)
Pak Hartana Putra Pak Sumadi Guru kita ngendiko, "Hanya jempol yang bisa saya sampaikan Jeng, andai saya dapat melukis, maka akan saya lukis acungan jempol terbaik dan terindah untuk Ibu," demikian tulisnya sambil terseyum.
Pak Sardiman, termasuk yang susah mengungkapkannya, "Butuh pikiran yang tenang Neng untuk bicara bagaimana makna Ibu bagiku, karena Ibu itu spesial. Beliau dapat menggantikan peran seorang ayah, sedang ayah belum tentu dapat menggantikan peran seorang ibu. Maka dari itu, sulit bagiku mengungkapkannya dengan kata-kata, sehari semalampun tak cukup waktu tuk menceritakannya. Bahkan sebulan, setahun, pun seumur hidupku."
Mbak Rina Wibawanti, beliau salah satu tim bedah handal di RSU mengatakan, "Banyak Ibu yang dinas di Rumah Sakit sedemikian luarbiasa perannya. Mereka selalu sigap merawat pasiennya. Selalu terjaga demi menyelamatkan jiwa, seperti Ibu kita yang selalu sigap setiap saat menjaga kita. Ibu meninggalkan buah hati di rumah demi pekerjaan mulia, itu menunjukkan bahwa Ibu selain berperan dirumah, dia juga berperan di masyarakat.
Ibu...setiap hari adalah hari Ibu.."
Pak Basit mengawali ngendikane dengan tersenyum,
Pak Sardiman, termasuk yang susah mengungkapkannya, "Butuh pikiran yang tenang Neng untuk bicara bagaimana makna Ibu bagiku, karena Ibu itu spesial. Beliau dapat menggantikan peran seorang ayah, sedang ayah belum tentu dapat menggantikan peran seorang ibu. Maka dari itu, sulit bagiku mengungkapkannya dengan kata-kata, sehari semalampun tak cukup waktu tuk menceritakannya. Bahkan sebulan, setahun, pun seumur hidupku."
Mbak Rina Wibawanti, beliau salah satu tim bedah handal di RSU mengatakan, "Banyak Ibu yang dinas di Rumah Sakit sedemikian luarbiasa perannya. Mereka selalu sigap merawat pasiennya. Selalu terjaga demi menyelamatkan jiwa, seperti Ibu kita yang selalu sigap setiap saat menjaga kita. Ibu meninggalkan buah hati di rumah demi pekerjaan mulia, itu menunjukkan bahwa Ibu selain berperan dirumah, dia juga berperan di masyarakat.
Ibu...setiap hari adalah hari Ibu.."
Pak Basit mengawali ngendikane dengan tersenyum,
"He...he..he.."
Kemudian dengan menatap langit beliau berkata,
"Ibu itu sosok pahlawan tanpa tanding.
Perjuangannya abadi tak dapat dinilai dan terhitung lagi.
Setiap hembusan nafasnya adalah doa, setiap langkahnya adalah perjuangan bagi keluarganya.
Namun semakin hari walau semakin banyak populasi wanita, tetapi yang mampu mengemban amanah sebagai seorang ibu tak banyak jumlahnya.
Mungkin mereka bisa menjadi ibu yang melahirkan untuk menambah banyak jenis manusia, namun tidak semua sekaligus dapat berperan menjadi ibu yang pasti akan melahirkan dan mendidik anaknya menjadi generasi baik yang sholih maupun sholihah.
Ibu, walaupun sebagai tokoh dibalik layar namun peranmu sungguh utama dan besar."
Demikian ya sahabat, Ibu menurut kami warga SMP Brosot angkatan 1990. Doa kami selalu untuk Ibu-ibu kami. Semoga bahagia dunia dan akhirat. Aamiin. Mohon maaf kepada sahabat apabila ada yang salah kutip, selalu terbuka untuk revisi. :-)
Dan saya akhiri dengan pinjem kata-kata Mbak In Endrayani (boleh yaa Mbak hihi, mides wes xixixi) :
Buat para ibu,
Yang punya milyaran galon cinta yang tak terlihat oleh mata
Namun sejuknya sanggup menentramkan jiwa-jiwa sedunia yang dahaga.
Happy mothers day...every day...
Wassalamualaikum. :-)

Posting Komentar untuk "IBU"