Culik Aku Dong


Adalah Rina Yunanti temen kita kelas 3B, hobi banget dengan yang namanya bakmi. Bisa di kata semua warung bakmi di Bantul sudah dirasa semua. Tiap ngobrol malam, seringnya bilang, 
"agi mbakmi." 
Ya ampun ni anak, sering mbakmi malem-malem, tapi tetep aja langsing, membuat penulis irih tingkat tinggi, haha.

Suatu saat kami BBMan, Rina cerita lagi maem mides enak, mie nya kuning, kotak, besar, kenyil-kenyil, kayak mie pentil seperti jaman kami jajan waktu SMA di pasar Gading. Oya, ejaan 'pentil' itu pentil sepeda atau pensil yaa, bukan seperti 'e' pada kata 'penting' yaa. Hee.
Nah saya kan penasaran tuh, belum pernah rasa. Dan setelah presentasi mides (halah hihi), ditawarinlah saya. 

"Sok tak traktir, tapi aku diampiri yo."
Hihi, yaa namanya di traktir yaa semrinthil to, ku okein ajah. Haha.
"Besok kalau selo aku kerumahmu yah, nagih mides pokoknya!"
"Beress!" Jawabnya.
Nah begitulah awal mula drama penculikan dimulai. :D

Siang itu Jumat 18/11/2016, saya japri Mbak Sulis, target pertama penculikan. Saya tanya posisi dimana, dengan alasan saya tertarik sama tas buatannya. Sstt, biar gak ketahuan kalau mau menculik. Hihi. WA centang satu. Saya telpon tidak diangkat juga. Duh kemana ni orang, susah banget dihubungi. Japri Yu Rina tanya rumahnya, ternyata beliau tidak tahu rumahnya. Okelah mungkin hpnya sedang mati atau di charge, nanti dicoba lagi.

Target kedua, Mbak Ipuk. 
"Mbak ayo melu aku, tak pethuk nengumahmu yo, tapi aku dimasakke gule ikan ro ikan bakar masing-masing sekilo. Pilihkan ikan yang enak yah."
"Oke, kupilihkan gule ikan surung yak, yang bakar cakalang."
"Siyap!" Jawabku.
 Umahku rodo ndelik, ndak bingung, tak tunggu ndek Prima yo."
Wuiihh asekk, penculikan tanpa penolakan. Hahaha.

Sorenya dari kantor saya pulang, bebersih mandi biar wangi (xixi) dan jemput anak-anak dulu. Rencara akan dititipin ke Akung-Uti. Hehe, makasih Kung-Ti, hihi. Mohon ijin malam nanti keng putro mau makan mides sama teman-teman. Hee. 
Dalam perjalanan saya masih menghubungi target pertama, wa maupun telpon dibantu anak lanang. tetapi tidak diangkat juga. Sambil Wa Mbak Ipuk, memastikan jam berapa dijemput. deal habis magrib saya jemput di depan prima. 

Di Akung Uti ngedrop anak-anak yang dengan sangat sukacita dititipkan. Demikian pula Akung Utinya sumringah menyambut cucu-cucunya. Hihi, Alhamdulillah. Lanjut sholat Magrib berdoa agar lancar agenda penculikan sore malam nanti. Halah hee.

Tidak perlu banyak persiayapan, cukup bercermin sebentar menata jilbab yang sedikit mencang-mencong dan sedikit bedakan biar jadi putih. xixixi. (ki nek geng 3A mbak Wik Mbak In dan Mbak Asih moco mesthi menjeb :D ).
Lalu cuusss berangkat. 
Waktu menunjukkan pukul setengan tujuh malam. perasaan cuma sholat dan bedakan yah, ternyata kok sampai setengah jam lebih. :D :P

Diiringi hujan rintik-rintik, pelan-pelan menyusuri jalanan Lendah, Brosot, kretek Srandakan, sambil teleponan dengan Mbak Ipuk posisi dimana.
"Dibelakang Truk ya Jeng," jawaban lembut di sebrang sana, saya mbatin nek wong ayu ki suarane yo jebul lembut yo. Hihih, ngalem sithik, kan wes di masakke gule ikan dan ikan bakar. Xixixi.

Mata saya jereng lebar-lebar, karena gelap juga hujan, samar kuliat item-item seperti sebentuk truk di kiri jalan, reteng kiri, kaca  saya buka biar premono, maklum matanya sambungan. hee.
Tampak, ireng-ireng berjalan cepat menuju tempatku berhenti, pasti Mbak Ipuk nih. Dan benar,
"Jeng!" Sapanya ramah sambil buka pintu dan duduk disampingku.
 Hehe. Sukses besar nih agenda target kedua. Suaminya mengantar dan menyerahkannya padaku. :D

Lanjut ke rumah target ketiga, Rina Yunanti. Diperjalanan masih kucoba hubungi target pertama dibantu mbak Ipuk, tetep saja Zonk. Sampai jalan masuk rumahnya Yu Rina yang sempit, yang hanya muat orang-orang langsing seperti saya ini. Hihihi. (Aduh...dijiwit Mbak Ipuk...haha).

Sesampainya disana, kami duduk sebentar, Minta Ijin ke Pak Eko suami Yu rina, 
"Pak, pinjem Nyonya sebentar nggih, saya membutuhkannya malam ini!" pintaku baik-baik.
"Boleh, silakan, asal dikembalikan utuh ya."
"Hehe, siyap!" sahutku.
Target ketiga lancar, dengan syarat asal kembali utuh, hihi, (gak nanggung utuh dompetnya yak. :D )
Mbak Ipuk nampak bingung dan bertanya, "Iki ki arep dijak nandi to? Ono acara opo?"
Hihihi, saya dan Yu Rin ketawa, 
"Wes manut wae Mbak!" kata Yu Rina
"Pokok e siyap makan-makan yah!' sahutku menimpali.
"Hayukk berangkat," kataku.
Berangkat bertiga, mendadak anak wedok diajak. Eh tepatnya disuruh ikut, hihih, untuk ngawasi emaknya, Ups keceplosan. (sensor haha, diplirik i Yu rina).

"Mbak Sulis piye?" tanya Yu Rin.
"Tak tilpon gak ada nada sambung, kayaknya hpne mati, cancel aja," jawabku. "Kita lewat Mbak Tutut kan, target ke empat, tulung telpon Yu," lanjutku sambil serahkan telpon ke Yu Rin disampingku.
"Wah aku raiso iki piye," kata Yu Rin sambil kembalikan hpku.
Oke deh, sambil jalan kucoba telpon, orang-orang pada kawatir, "ati-ati Jeng, po berenti dulu?"
(Hmm, jadi inget seseorang yang suka marah bila aku pake gadget saat otewe).
"Rapopo, alon-alon kok!"
"Assalamualaikum, haloo," terdengan jawaban dari sebrang.
"Mbak, nengomah ora? selo ra?" tanyaku singkat.
"Selo, gimana?"
"Tunggu dirumah yak, saya otewe ke rumah, sampai mbandung, aku jemput!"
"Oke siyapp!" sahut suara dari sebrang.
"Pathoke ngarepan dipindah sek Mbak, aku arep lewat ki, haha!"
Semua orang ketawa kelingan Mbak Ipuk nggasruk pathok depan rumahe Mbak Tutut. Yang sabar ya Mbak Ipuk. :-)
"Wassalamualaikum," kututup telpon.
Masya Alloh alhamdulillah target ke empat menyerah tanpa syarat, gak nanya-nanya, pasrah banget orangnya, seperti bilang, "Culiklah aku!". Haha kemekelen.

Taraaa......sampai di Mbak Tutut, sudah menunggu di depan rumah, langsung cabut, Mbak tutut gak boleh ganti baju, keburu kemaleman sudah jam setengah delapan. Untung sudah mandi ya Mbak Tut. hihi. dan sampailah ke lokasi, terjawab sudah pertanyaan Mbak Ipuk dan mbak Tutut. Di warung Bakmi mides tuk membayar janji Yu Rin traktir mides.

Lanjut sesi potooo.....xixixi
Ahh jelekk....ulang....moh ah aku keliatan nyempluk....lagiii....hahah. bakule nganti mumet, ni mak mak rame bingit. haha.


Dan ini penampilan midesnya, liat pertama langsung suka, karena porsi sedang gak penuh, pas buat saya yang lagi diit. xixixi. (gubrakkk!)


Dan berakhir seperti ini, tanpa sisa selembar mi pun, hihihi, beneran enakk. yakin, kalau gak percaya, bolehlah kapan-kapan culik aku. kan kuantar ke sinih. xixix, modus. :D


Setelah kenyang, saatnya untuk bayar, dan tentu bukan saya, tetapi juragan yang duduk disebelah saya, saya kan cuma sopir. hehe. Makasih ya Yu Rin, midesnya enak banget, bikin ketagihan. lain kali hati-hati yaa kalau janji traktir saya, karena saya baik orangnya, suka ajak-ajak orang banyak. hahah. Tapi aku pastikan dirimu pasti senang dengan teman-teman yang aku ajak.
dan terakhir....sesi poto lagi......haha


Makasih Mbak Ipuk gulainya mak nyuss, anak-anak sukaaaa, kapan-kapan dimasakin lagi yak...:D
Makasih Mbak tutut, kepsrahanmu padaku membuat aku klepek klepek. Cieee....
Makasih Yu Rin atas malam yang indah...heee
Love U all.
Eh yaa makasih buat gadis kecilnya Yu Rina, cun cayanga Mbak Dila, telah sedemikian sabar moto emak-emak berpuluh kali sampai dapat poto terbagus....hahah...kemekelen.
Oiya Mbak Sulis, terimakasih, ternyata engkau sangat ingin diculik setelah kita tahu mau kemana. ahihihi. tetapi sayang dikau begitu sulit ditemukan pada saat yang kuinginkan. Yang sabar ya Mbak. *Jarwo mode on.

Tamat.
Demikian sedikit ceritaku, semoga menjadi kenangan yang berkah yaa Aamiin. :-)
Dan nantikan penculikan sesi berikutnya dengan korban yang berbeda. Hee
Salam.

4 komentar untuk "Culik Aku Dong"

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Sedikit ada cerita horor, sepulang dan sesampai di rumah sehabis ngantar Mbak Tutut. Mbak Ipuk dan Yu Rin mengusulkan untuk pulang lewat jalan kampung.
    Kubilang, "saya gak ngerti jalannya lho, kasih tahu belok-beloknya ya."
    Yu Rin bilang, "gampang kok lurus saja, setelah lewat kuburan panjang kita belok kiri sampai tembus belokan rumahku dan prapatan Mbandung."
    Ouwh, merinding aku, dibilang mau lewat kuburan, hee.

    Jalanan sepi, gelap dan sedikit hujan. Sampai juga ke kuburan panjang, merinding (hiks), tapi aku diem saja, beneran temboknya terasa panjaaang banget, lewat kok gak rampung-rampung. Kami diam gak ada yang bicara, saya merasa bagaimana gitu. Hehe. Gak tahu ya kalau Yu Rin dan Mbak Ipuk.
    "Beloknya sebelah mana Yu?" Tanyaku pada Yu Rin memecah kesunyian.
    "Sek, depan itu kayaknya," jawabnya.
    Pelan dan reteng kiri, "lhadalah!"
    lhakok malah gapura masuk kuburan.
    "Biyuh biyuh!"
    Pura-pura santai, padahal deg-degan xixi. Pelan belok stir putar kanan.
    "Jan hes." Haha. "Marakke ciut." :D
    "Sory Yu, karang sulap e nek mbengi ki," sahut Yu Rin sambil tertawa sumbang.

    Alhamdulillah akhirnya ketemu belokan yang bener. Sampai rumah juragan, tidak lama kemudian dan turunin juragan sama gadis kecilnya. Lanjut antar Mbak Ipuk yang ternyata sudah ditunggu Si Ayah di teras, (pura-pura baca koran). Soale baca kok di temaram lampu, hihihi. Paling kawatir tuh sampai malem gak balik-balik Si Nyonya besar. Hooh to Mbak Ipuk? :D

    Gak mampir, langsung cusss pulang. Haha, merindingnya masih kebawa sampai rumah. Iihh kenapa ya? Gak biasanya saya begini. Haha. Entah yang lain merasa sama apa gak. Hee. Atau hanya saya saja. (rung sempet takon).

    Pokok e emoh ah sesok nek mbengi-mbengi lewat situ lagi. :D

    Ternyata teman.....hiks
    Bersambung saat saya tidur. Heu heu heu......
    Saya ngimpiin kuburan panjang itu dan ada hitam-hitam menghampiriku.....huaa

    BalasHapus