Tuanku tak mengijinkan aku dalam hujanBiar kelopakku tidak rusak, itu yang selalu dikatakan.
Sambil memandangiku tak berhenti mulutnya memuja keindahanku
Padahal aku sangat rindu dingin air hujan
Yang hanya bisa aku dengar dan aku cium wanginya.
Padahal aku sangat ingin kelopakku tercabik cabik oleh tetesannya,
Yang selama ini digantikan oleh semprotan dari tangan tuanku
Kadang angin berbelas kasih
Ditiupnya hujan ke arahku
sampai basah kelopak dan daunku
Tapi rinduku tak pernah tuntas
Hujan adalah sajadah ku
Yang menghantarkan ciuman rindu akan rabbku
Yang menghantarkan ciuman rindu akan rabbku
Hmmm....
BalasHapus