Backpacker, wisatawan kere?

Backpack itu setahu saya tas gemblok. Jaman kuliah dulu tas ini sangat favorit. Dipadupadankan dengan kaos oblong, jeans bolong dan baju flanel kotak kotak, tidak dikancingkan. Eits.. Jangan lupa bandana, pengikat kepala berambut gondrong. Fashion anak '90an..pas dengan kita dong.. Hehehe..
Fashion ini diambil dari gaya berpakaian para pecinta alam. Dipakainya tas gemblok ini karena alasan simple dan mudah dibawa buat perjalanan naik gunung misalnya.
Saya pun dulu sangat gandrung dengan gaya seperti ini. Dr pakaian kuliah, nggelanggang, sampai ngapel... (sok lakuu.. Hahayy)

Sayang nggak ada photonya. Pasti disangkanya hoax.. Hehe.. Bongkar bongkar dulu ah, sapa tahu nemu photo jadul. Kapan2 di update...
Nahhhhh... Nggak tahu kapan mulainya kemudian muncul istilah backpaker, untuk para wisatawan berbudget terbatas. Mungkin dengan alasan yang sama. Praktis, nggak ribet, dan multifungsi. Kenapa? Biasanya para backpackers ini tidak menginap di hotel mewah. Mereka biasanya menginap di hotel murah, satu kamar berame rame. Atau nginep dirumah penduduk, bahkan mendirikan tenda. Tas gemblok bawaannya bisa jadi bantal atau guling.
Dan pada perkembangannya berwisata ala backpackers tidak hanya karena gak ada budget, namun sudah menjadi trend gaya hidup. Orang berkantong tebal banyak yang menyukai plesiran ala backpacker's. Bahkan sekelas artis seperti Nadine candrawinata, prisa nasution, Nicholas Saputra dan lain lain suka berbackpacker. Alasannya beragam. Apa saja, nii kita simak saja di mari...

Posting Komentar untuk "Backpacker, wisatawan kere? "