![]() |
Suatu hari Ibunda Pak
Bambang jatuh, sehingga menyebabkan tulang kakinya retak dan harus di gip.
Beberapa waktu setelahnya, beliau panas dan lemas, sehingga keluarga segera
membawa beliau ke rumah sakit terdekat. Rencana akan di bawa ke RS Jogja yang lebih
lengkap fasilitasnya, tetapi ternyata Alloh berkehendak lain. Beliau
menghembuskan nafasnya dengan tenang di RS dr Agus. Semoga diampuni dosanya,
diterima amalannya dan keluarga yang ditinggalakannya dikaruniai kesabaran.
Aamiin.
Ucapan doa dan bela sungkawa dari
teman-teman angkatan 90 silih berganti memenuhi halaman grup WA. Sekejap dalam
pikiran kami semua, teringat kepada bapak ibu kami, yang sebagian besar juga
sudah sepuh, ada yang sakit-sakitan juga. Bahkan ada beberapa diantara kami
yang sudah ditinggal salah satu atau kedua ibu bapaknya. Semoga barokah Alloh
selalu untuk beliau-beliau kedua ibu bapak kita. Aamiin.
Beberapa diantara kami yang dekat
rumah almarhumah berencana takziah, termasuk saya. Mbak Wik berencana siang
bersama keluarga. Mbak Yuni dan Mbak Marsih juga siang, sementara saya
berencana pagi karena ada acara di siang hari. Kami yang kebetulan dinas di
sekitaran wates saling berkabar untuk berangkat bareng. Ada Pak Eko, Pak
kumendan Budiman, Pak Sutrisno (semua 3c) dan Mbak Rina Wib (3b). Mbak Rina
Wibawanti terpaksa tidak bisa ikut karena hari ini full job dan tidak memungkinkan keluar kantor. Maaf kelupaan
ngabari mbak Ervina (3d), Pak Hening dan Mbak Listyani (3c).
Alamat rumah Pak Bambang yang
berlokasi di Nomporejo Galur, tidak sulit untuk di temukan. Akses jalan juga
mudah, meski bis tidak bisa masuk, tetapi mobil bisa. Cari saja gang yang bercor
blok sebelah timur kelurahan Nomporejo yang selatan jalan, disitu masuk ke
selatan, sekitar 200 meter, di timur atau kiri jalan.
Kurang lebih jam 09.30 kami
berempat, Saya, Pak Eko, Pak Budi, Pak Sutris berangkat. Kami berempat
sebenarnya berulangkali ketemu karena kantor kami dekat, dan kadang ada
beberapa urusan. Tetapi hari ini adalah pertama kalinya dapat bareng berempat.
Jadi seperti reuni kecil warga 3c. :-)
Alhamdulillah perjalanan lancar,
bertemulah kami dengan Pak Bambang serta Nyonya beserta keluarga besar beliau.
Ternyata beberapa tamu dan keluarga mengenal bapak saya. Hee keren juga yaa
bapak saya. Sementara yang kenal saya hanya 2 orang, Adik sepupu almarhumah dan
Pak Bambang Husein sendiri. Hiks lumayanlah daripada gak ada yang kenal. Hee.
Tetapi lebih keren lagi Pak Eko
tuh, hampir semua orang kenal beliau. Baik yang bapak-bapak maupun ibu-ibu.
Kata Pak Ketu (kami warga 3c biasa memanggil Pak Sutrisno Pak Ketu, maksudnya
ketua kelas C),
"Pak Eko itu tokoh disini jadi banyak dikenal
dan mengenal!"
"Ohh," saya dan Pak Budi manggut-manggut.
:-)
Warga 3c sekarang punya panggilan baru untuk Pak Eko,
'Pak Tokoh.' :D
Beberapa waktu lamanya kami
ngobrol bersama Pak Bambang dan Nyonya, yang ternyata seorang ibu bidan. :-)
Ngobrol tentang banyak hal; tentang sakitnya Ibunda, kesehatan ayahandanya,
tentang pekerjaan juga anak-anak, tentang tempat tinggal, cerita saat-saat
pulang kampung terakhir juga tentang rencana pulang beliau besok tanggal 25
Maret ini. Semoga diberi kesabaran untuk Pak Bambang Husein sekeluarga. Aamiin.
Setelah sekian waktu mengobrol,
tibalah saatnya kami harus pulang. Diwakili Pak Ketu, kami berpamitan,
menyampaikan salam dan doa dari temen-temen semua. Pak Bambang Husein
mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas perhatian dan doa dari
teman-teman. Beliau titip salam buat kita semua.
Maaf tidak ada foto karena tidak ada Mbak Wik
diantara kami. :P :D (Hihihi, saya dipleroki Mbak Wik).
Dalam perjalanan pulang Pak Eko
mengajak kami mampir ke kantor teman yang terlupa dikabari, yaitu Mbak Listyani
3c. Sebenernya saya ada kerjaan, tetapi ini kesempatan jarang, maka oke lah.
:-)
Cap cuss, meluncur ke kantor sebelah gedung DPRD KP.
Taraa.....!!
Singkat cerita setelah ada insiden kecil Pak Eko
hampir ngunduri motor dengan pengendara seorang Ibu-ibu (hehe), masuklah kami
ke ruang Mbak Listyani. Kami lama tiada bertemu sejak kami lulus SMP. Eh enggak
ding, Pak Eko dan Pah Hening sering ketemu ding. Hee. (Iyakan Pak?" :D )
"Assalamualaikum, mau ketemu Mbak Listyani,
ada?" Tanya Pak Eko.
"Ada, itu!" sahut teman Mbak Lis sambil
menunjukkan tempatnya. Mbak Lis sempat bingung penuh tanya, tapi berubah
ekspresi senang setelah melihat saya. (memang saya itu menyenangkan orangnya.
Gubrakk! Haha.)
"Aiihh, Mbak Lis cantikkk, putihh, langsing! Sama
seperti saya ya?!" Tanyaku minta persetujuan. (hahah).
Dan bapak-bapak bertiga, melengos pura-pura gak
dengar, sepertinya pada gak terima, Haha.
Mbak Lis senang sekali menerima
kehadiran kami. Oleh Mbak Lis kami diboyong ke kantin. Alhamdulillah hari yang
panas menjadi segar karena minuman yang disuguhkan. Pak Eko dan Pak Ketu yang
katanya sedang diit, menghajar habis gorengan yang ada. (hihihi, mesti dho
protes haha). Sedang Pak komandan Budi malu-malu karena harus menjaga fisik
agar tetap standar TNI, dhahare sithik. (Cieee...). Sementara saya dan mbak lis
makan minum dengan anggun. (Ehm hem uhuk uhuk....xixixi).
Bahagia rasanya dapat
bersilaturahim bersama teman lama, persaudaraan jadi semakin erat. Momen tidak
sengaja yang menjadi semacam reuni kecil warga 3c.
Maaf tanpa Pak Hening, karena beliau sedang repot.
“Iyakan? Beliau baru repot kan Pak eko?”
“Pak Ketu?”
“Pak Komandan?”
“Mbak Lis?”
Saya mencari dukungan, tetapi mereka hanya diam
sambil memandangku tajam. Hiks.... :-(
“Haha, iya deehh, karena saya kelupaan tidak
ngabari,” lanjutku.
Hihi, baru deh mereka sikapnya meleleh, eh meluluh.
:D :P
Oya, maaf juga kelupaan ngabari Mbak Tri Sutiasih.
Lupa kalo dinasnya sekitaran Wates. Tadinya di Lendah soalnya. Atau Galur ya?
Hehe..lali. Lupa juga ngabarin Pak Tomas yang rumahnya juga tidak jauh dari
Wates. Maaf. (maklum mendadak semuanya soalnya).
Reunian itu, selain makan minum,
pasti juga ngobrol tentang jaman sekolah, misal ngabsen teman-teman, siapa yang
diingat dan siapa yang terlupa. Demikian juga kami saling mengingat dengan
identifikasi ciri fisik. Hee, maaf yaa teman bukan maksud ngrasani, tapi karena
dengan ciri itu kita berusaha kembali mengingat. :-)
Si Q, yang ada tahi lalat di pipinya.
Si R, yang rambutnya njegrak.
Si S, yang putih rambut lurus.
Dan seterusnya.
Kalau tentang ciri yang hadir, Pak Eko Yang cilik
duwur. Pak Budi item pendek three masketeer dengan Pak Badarudin dan Pak Eko
Sumariyanto. Kalau Pak Sutrisno, yaa, yang ketua kelas dan banyak jerawatnya
(tutup muka hehe). Kalau Mbak Lis yang putih, cantik, agak gemuk (semoga gak
cemberut kubilang agak gemuk, sekarang langsing soalnya hee). Kalau saya, yaa
liat aja di sini hihi.
Tentang guru-guru, Mbak Lis
cerita, pernah ketemu pak Tri Kuncoro di dekat rumah Lendah. Saat itu Pak Tri
akan membeli tanah dan rumah tetangga kami. Ketemu juga Pak Judi yang ternyata
ayah dari teman sekantornya Mbak Lis. Pak Ketu menambahkan tentang Bu Supartinah,
wali kelas kami yang cantik, pinter nyinden dan menari. Pak Eko menanyakan Pak Sumadi,
saya jawab, yang janggutnya dekik, bapaknya salah satu teman kami di 3b yang
sekarang jadi jaksa di Alor, colek Pak Hartana Siswasoebrata. Pak Remi, guru
olahraga dan juga guru voley kami. Dll.
Masih banyak perbincangan kami,
misal saya yang heboh pamer sepatu baru saya, gak mau aplut poto karena sepatu
baruku gak keliatan, (glodag...hahah). Tentang anak-anak dan keluarga, kata Pak
Eko, seseorang bisa dilihat dominan atau enggaknya dilihat dari anaknya
laki-laki atau perempuan. (haha, rame banget pas bahas ini. :D ) Tentang pekerjaan,
juga rencana-rencana kedepan. Sampai lupa, bahwa kami sedang meninggalkan
tugas. (Huhuhu, jangan bilang-bilang ke Boss kami yaa teman, hiks).
Demikianlah saking asyiknya
berbincang, tak terasa sudah jam 12 lebih, kami harus pulang. Eh bukan, harus
kembali ke kantor. Siyap lembur pokoknya. Huhuhu. (Tepok jidad).
Terimakasih kepada Pak Eko yang mengatur reuni kecil
ini.
Terimakasih Mbak Listyani yang mentraktir kami.
Terimakasih Pak Ketu, yang bersusah payah mencari
saya. (Sempet hilang Hee)
Terimakasih Pak Komandan yang mengajari kami berpuasa.
Terimakasih semua atas silaturahim ini. Semoga berkah
bagi kita semua dan lain waktu dapat disambung lagi dalam situasi dan kondisi
yang lebih tepat. :-)
Oya, hampir lupa, ada tawaran
menarik dari Mbak Lis, beliau punya rumah di Lombok karena sebelum di Kulon
Progo beliau tugas disana. Kita kalau liburan ke Lombok dipersilakan menginap
di sana. Mau borong mutiara juga mau di antar, karena pengrajinnya hanya
sebelah rumah beliau. Hohoho .... horee..! :D
Maaf lahir batin yaa bapak-bapak dan Mbak Lis. Bila
ada yg tidak berkenan dalam silaturahim hari itu. Bila ada tambahan dan
pengurangan kejadian sebenarnya, sungguh memang ini disengaja oleh penulis. :D
:P
(Langsung kabur, gass poll! :D )

wah, serunya.
BalasHapusbangett....
HapusDe eti ki ajaib lho, bisa muncul di manapun teman membutuhkan.....opo kembarane akeh po yo?
BalasHapusPanggil namaku 3 kali....haha
HapusDe eti ki ajaib lho, bisa muncul di manapun teman membutuhkan.....opo kembarane akeh po yo?
BalasHapus