Selalu ada cerita dibalik sebuah kisah. Kisah reuni dadakan yang saya tulis dan beri judul bila sahabat lama bertemu pun ada cerita dibaliknya.
Siang itu ada telepon masuk dari Mbak Wik, alhamdulillah pas saya pegang HP. biasanya telpon gak pernah terangkat, karena HP silent. Ada kabar duka rupanya dari Mbak Iin 3A. Kakak ipar beliau tiada mendadak. Kalau orang Jawa bilang, masuk angin duduk. Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Sesungguhnya semua dari Alloh dan akan kembali kepadaNya. Usia tiada yang tahu, semoga khusnul khotimah, dan semoga kita semua nanti juga khusnul khotimah. Aamiin.
Mbak Iin yang dikabari keluarganya langsung kondur Jogja. Segera meluncur ke bandara, dan ternyata tidak mudah memperoleh tiket saat itu juga. Berdua ditemani suami berburu tiket dari penerbangan yang berbeda, alhamdulillah ada 1 yang cancel dan berangkat hari itu juga. Lega rasanya. Perlu KTP, ubek ubek tas....duh, ternyata KTP tertinggal di mobil, sejenak Mbak Iin termangu, untuk kembali butuh waktu 2 jam, tidak mungkin untuk ambil.
"Oh yaa, ada poto KTP di HP!" Gumam Mbak Iin.
"Mbak KTP gak terbawa, nanti boarding gimana Mbak? boleh gak pakai poto KTP di HP?"
"Gakpapa, pas boarding tunjukin poto di HP." Jawab Mbaknya.
"Alhamdulillah, terimakasih Mbak," sahut Mbak Iin lega. Sementara batre tinggal 16% menurut cerita Mbak Iin. Sempet deg2an, uang cash jg terbatas. Alhamdulillah boarding lancar. Dan sampai Jogja dengan selamat. :-)
Hand phone lowbet, tidak bisa menghubungi siapa-siapa. Hanya berbekal mata yang nanar kesono kemari mencari adiknya, om Hari dan keluarga dari Bali yang janjian ketemu malam itu tuk pulang bareng ke Banaran.
"Alhamdulillah itu dia," gumam Mbak Iin lega setelah melihat Om Hary dari jauh mendorong troly.
"Haii!" Sapa Mbak Iin sambil menepuk bahu Om Harry.
Om Harry nya bengong, "Siapa nih Bu Guru Madrasah tepuk-tepuk bahu!" Ohh Mbak Yani toh...Hahahah....!! (Om Harry kalau panggil Mbak Iin, Mbak Yani)
Sementara Mbak Iin Cemberut, mecucu dan nggedumel, "Bu Guru Madrasah Gimana toh...bla bla bla...." (panjang banget gerutunya..hihihi)
"Habis pakai baju dan kerudung panjang kayak guru madrasah...hahah...dapet beli dimana tuh?!" Lanjut Om Hary.
"Kan Mbak sendirian, merasa aman pakai begini. Ini baju dan kerudung di toko, Mbak saut aja dan pakai, gak beli," jawab mbak Iin.
(Hati-hati yaa buat pelanggan Mbak In entar baju itu bisa dijual lagi,...hihi... ups gak kena.....ada yg lempar sandal....hahaha).
Alhamdulillah ada saudara Mbak Iin yang jemput di bandara dan sediakan mobilnya. Kurang lebih jam 24.00 sampailah Mbak Iin dan Om Hary sekeluarga di Banaran. Semua saudara yang jauh sudah kumpul dirumah, memberi dukungan moril kepada Mbak Nanik. Dan itulah yang menyebabkan Mbak Nanik kakak Mbak Iin yang istri almarhum kuat tabah dan sabar. Saya salut dengan keluarga ini. Barokalloh.
Mbak Wik sibuk kabar-kabar ke temen-temen untuk rencana takziah, termasuk saya.
"Mbak Eti takziah?" Tanya Mbak Wik via pesan Whatsap.
"Insya Alloh, tapi hari ini full day, besok saja sisan ketemu Mbak In," jawabku.
"Oke aq sekarang takziah, besok kutemeni sekalian ajak temen yang lain."
"Siyap!" Jawabku.
Pagi harinya ada pesan whatsap dari Mbak Wik,
"Mbak, Jumat jam 10 yaa dengan Mbak Ida, Mbak Ipuk, Mbak Yuni."
"Ok, Mbak Marsih gak bisa jam 10, ajak yang lain lagi? Tanyaku.
"Iya tapi pending" jawab Mbak Wik.
"Yowes seadanya saja," balasku.
Mbak Ipuk sedikit galau pagi ini, karena jadwal harus jemput anak lanang sekolah, tetapi ingin takziah juga. Menghubungi adek untuk minta tolong jemput cowok semata wayangnya alhamdulillah bisa. Dan giliran bilang ke anak lanang. Anak ini gampang-gampang susah, sedikit kawatir kalau gak mau dijemput selain ibunya. Pelan dan lembut dibujuknya,
"Le, nanti pulangnya dijemput tante ya, Ibu mau takziah."
"Ya!" Sahut Anak lanang cepat.
"Alhamdulillah, tidak disangka yaa, mudah banget dibujuknya, biasanya susah," batin Mbak Ipuk sambil tersenyum. :-)
Jam 10 kurang Mbak Ipuk berangkat. Sesuai kesepakatan kumpul di rumah dan sekaligus Toko Pupuk "Konco Tani" nya Mbak Yuni di utara pasar kliwon tepat jam 10 kurang 10 menit. Mbak Yuninya juga belum sampai toko. Hehe bingung juga, lalu Mbak Ipuk japri Mbak Wik,
"aku sudah di TKP nih!"
"Ok, saya kesana Mbak!" Jawab Mbak Wik.
Sedangkan aku, sampai jam setengah sepuluh masih belum selesai nyiapin naskah pidato Bos. Mbak Wik japri,
"Ping!"
"Yo bentar!" Jawabku.
Jam 10 kurang 20 menit saya meluncur, mampir Toko beli oleh-oleh, mampir bank dulu, ada sedikit urusan.
Ada pesan masuk,
"Sudah ditunggu, langsung ke Yuni lor pasar yoo!"
Jam 10 kurang 10 menit urusan selesai dan saya japri Mbak Wik,
"Otewe!"
Kurang lebih jam 10 lebih 5 menit saya sampai. Lumayan tepat waktu :-) Sudah ada Mbak Ipuk, Mbak Yuni dan Mbak Wik. Semua antusias menyambut kedatanganku....(cieeee...haha...:P )
Salam...cupika cupiki...sambil berebut cerita...mbak ipuk yg sampai pertamakali, Mbak Yuni yang sibuk masak, sehingga telat juga datang ke toko. Mbak wik yang galau gak ada sinyal dan semua pesannya pending. Termasuk yang ke Mbak Winda dan Mbak Ida. Ramai banget pokoknya, melebihi ramainya pasar kliwon sebrang jalan. :-) Hanya aku yang senyum-senyum anteng sibuk mendengarkan cerita. Hihihi... (glothak....aduhh...ada yg nguncali watu.... wkwk..).
Tak terasa sudah jam 10.30. Belum ada tanda-tanda Mbak Ida dateng.
"Coba ditelpon dong Mbak Eti atau di japri, aq gak ada signal nih, pinta Mbak Wik.
"Sudah tapi masih otewe katanya," jawabku.
"Eh kita poto dulu!" Mbak Wik kumat narsisnya.:D
"Hayukk selfi!" Sahut Mbak Ipuk. "Jeng Eti aja yg moto, Mbak Yuni tukeran duduk, biar gak keliatan endut, soale yg deket kamera paling besar penampakannya," lanjut Mbak Ipuk.
"Hahahah...oke gakpapa deh. Dijadiin bemper..," aq ketawa sambil beringsut tuker tempat duduk. :D.
Jepret...jepret...jepret....:D.
"Nanti kirim yaa..."
"Iya aku juga yaa.."
Semua bersahutan minta perhatianku...wkwkwk.
Sementara Mbak Ida masih ribet dengan urusan beliau. Sebenarnya sih menurut Mbak Ida, beliau sudah mruput, berangkat jam 09.00, bawa bekal maem, karena belum sempet sarapan. Infus water tak ketinggalan tuk menjaga agar tetap langsing...(cieee..) beda dengan aku, yang sandingannya camilan dan gorengan..hihihi).
Tapi kecegat stafnya beberapa saat, urusan home staynya. Lanjut otewe, mampir beli kue tuk oleh-oleh. Mampir ke toko jilbab, karena jilbab yg dipunya tidak maching dengan bajunya. Sudah beli, setelah dicoba, kok gak bagus juga.
Ngabari kita via wa,
"sampai Srandakan, maaf yaa telat wait a minute."
Saya sampaikan pesan Mbak Ida ke temen-temen.
"Berarti sebentar lagi paling 5 menit lagi." Komentar kita. Sementara kita lanjut bercanda haha hihi.
Ternyata wait a minute nya Mbak Ida setengah jam an. Haha... beneran deh, kita sebel banget nih sama Mbak Ida, pokoknya nanti akan di jiwiti kalau sampai. Hahah.
Jam 11 kurang beberapa menit, Mbak Idanya datang. Alhamdulillah. Turun mobil langsung minta maaf dan cerita,
"Maaf, mampir-mampir, tadi sudah beli jilbab di toko, tapi kok gak bagus, terus mampir toko jilbab di Srandakan, dapet ini."
Iihh sebell...pantesan lamaaaa.....haha.
(Repot yaa punya temen yg perhatian ke fashion....dandannya harus dari beberapa toko...xixixi)
"Iya, Mbak Ida jangan kawatir, sudah kita maafin sebelum minta maaf kok," jawab Mbak Ipuk.
"Halahh, koyo ro sopo wae," sahut Mbak Wik.
"Santai kayak dipantai," timpalku.
"Yukk berangkat, kendaraan semua titip sini aja," kata Mbak Yuni.
"Okay kita nunut Mbak Ida," sahut Mbak Wik.
Cap cuusss....berangkat...!
"Eh kita belum poto berlima nih," seloroh Mbak Wik yang lagi-lagi kumat narsisnya. :D
Iyaa dehh.....hihi.
Jepret.....jepret...jepret...!
Lagi-lagi saya jadi bemper...tukang jepret selfi, keliatan paling nyempluk sendiri, ...heheh...
(Lain kali kalo sama Mbak Wik harus bawa tongsis deh ...:D ).
Akhirnya beneran berangkat juga jam sebelas siang, telat 1 jam dari jadwal. Sampai di Rumah Mbak Iin, parkir di garasi kakak Mbak In, serasa di rumah sendiri. :D
Ternyata masih banyak tamu, kami lihat Mbak Nanik sangat tabah berikut keluarganya. Semua sudah ikhlash Insya Alloh. Barokalloh buat Mbak Nanik dan keluarga.
Mengobrol, kangen-kangenan, makan minum, cerita-cerita. Ngobrol juga ditemani Om Harry adik Mbak Iin (ada di poto). Menawarkan rumahnya bila kita liburan ke Bali, Lombok atau Malang. Aseekk!! :D tidak terasa sudah jam 12.00an, Om Harry pamit Jumatan.
Dan berhubung sudah cukup lama, kami berpamitan, rasanya masih kurang waktu. Akhirnya kita sepakat makan siang lotek di warung Mbak Yuni lor pasar, dan Mbak Iin klayu. ;-) :D
Acara makan lotek berlangsung lebih seru rupanya, sampai jam setengah dua. Semua bersahutan cerita masa-masa SMP mereka.
"Dulu temenku itu cantik-cantik. Aku selalu jadi tukang baca surat cinta dari temen-temen cowoknya. Gak tahu yaa, pokoknya kalau berteman denganku, aura mereka terbuka, banyak yang kemudian berkirim surat padanya. Setelah Mbak Ida menemukan teman deketnya..yang itu tuhh...hihi...aq di cuekin. Dan pindah ke Mbak Wik. Eh Ke Mbak Wik juga, banyak temen cowok yang ndeketin dia, tapi aku sendiri gak ada yang ndeketin, Hahahah."
Demikian salah satu bagian cerita Mbak Iin yang dengan gayanya selalu membuat kami semua tertawa. :D
Banyak rahasia terungkap. Terlalu panjang untuk dituliskan. Mungkin suatu saat akan saya tulis satu persatu kisah mereka dan sudah terbayang judulnya heee....
"Jantungku mau copot saat melihat dia."
"Surat bercap darah."
"Kenapa aku suka ke koprasi sekolah."
.........:D :D
"Waa, sudah jam setengah dua, saya ada meeting!!" teriakku. "Maaf pamit yaa!" lanjutku sambil bergegas, peluk cupika cupiki salam dan kabur, gas poll.
Diikuti Mbak Ipuk dan Mbak Wik, sementara Mbak In masih betah sampai sore di rumah Mbak Yuni, kangen-kangenan dengan Ibundanya Mbak Yuni juga.
Begitulah bila sahabat lama bertemu. Seneng, happy, hilang capek dan makin sayang satu sama lainnya. Semoga nanti suatu saat bisa ketemu lagi dengan teman-teman yang lebih banyak lagi, tidak hanya berenam. :-) Aamiin. Terimakasih kepada Mbak Wik yang mengatur pertemuan ini, tidak lupa saya lampirkan fotonya. :-)
Oya, saya tulis seperti yang telah terjadi dan diceritakan oleh beliau-beliau, dengan ditambah serta diubah di sana sini. :D :P
Mohon maaf lahir batin bila ada khilaf ya. :-)
Dadi pengin disayang aku...eh..nganu maksude pengen reuni, biar tambah sayang jare jeng eti.
BalasHapusHayukk reuni....
BalasHapusAku tenggelam....
BalasHapus
Hapusaku tenggelam dalam lautan luka dalam
aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
aku tanpamu butiran debu...
Namaku cinta....
Aku tenggelam....
BalasHapusWis ono sing nulung durung kuwi?
BalasHapusWis ono sing nulung durung kuwi?
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusUwes...
BalasHapusUwes...
BalasHapus