Yang namanya copy paste sekarang ini dah ngalah ngalahin kopi kapal api, bener nggak.. nyadar atau nggak.. Hampir setiap hari kita dapat kiriman pesan baik yang berbentuk broadcast message berupa copy paste. Isinya beragam, ada yang guyonan, tips kesehatan, sampai tausiyah. Yang jadi perhatian saya adalah mereka hanya mencantumkan kata kata copas dari group sebelah tanpa mencantumkan nama penulis, link asal, atau sumber artikel. Meskipun di akhir artikel sering tertulis tolong sebarkan dengan iming iming pahala. Yaaa.. Saya pernah melakukam copas membabi buta, share ke semua group dan bc ke semua kontak seakan artikel itu adalah artikel fresh dan seakan semua teman belum tahu dan baru tahu dari sharing saya. Setelah paste dan send rasanya bangga. Seakan menjadi pahlawan penyebar informasi yang berguna. Nggak peduli itu hoax apa nggak. Nggak nyari tahu dulu benar apa nggaknya berita, falid apa nggaknya informasi, dan dari mana sumber artikel tersebut.
Sumber artikel kadang berasal dari blog, atau portal berita. Alangkah baiknya yang dishare itu link nya. Atau cantumkan link sumbernya.
Apa susahnya nulis copas dari group alumni brosot '90, misalnya. Bukannya malah nulis copas dari group sebelah, group sebelah jg copas dr group sebelah, sebelahnya lagi sebelahnya lagi.
Apa susahnya nulis copas dari group alumni brosot '90, misalnya. Bukannya malah nulis copas dari group sebelah, group sebelah jg copas dr group sebelah, sebelahnya lagi sebelahnya lagi.
Buat apa, ya buat menghargai yang nulis artikel dong. Meskipun si penulis rela artikelnya di copas dan di sebarkan. Pepatah mengatakan hargailah orang lain maka kita akan dihargai orang juga.
Sedihnya lagi teman teman, banyak yang hanya copas tanpa tahu isi dan maksud artikel. Setelah pesan / artikel masuk ke group, ada member yang menyangkal atau bertanya si pengkopas dah ngilang, gak peduli artikel nya membuat heboh group. Dan dia dengan tanpa dosa kembali dengan copasan artikel baru lagi... Hhhhh.... Sungguh menyebalkan.
Teman teman tentu masih ingat dengan postingan membikin hujan dengan baskom berisi air sekaligus sangkalannya. Sepintas dua duanya sangat ilmiah ternyata dua duanya hoax...nah looo...
Teman teman tentu masih ingat dengan postingan membikin hujan dengan baskom berisi air sekaligus sangkalannya. Sepintas dua duanya sangat ilmiah ternyata dua duanya hoax...nah looo...
Anehnya si copaser ketika diajak diskusi gak bisa ngasih alasan. Jawabannya cuma, "maaf itu copas dari tetangga" nahhh.. Loooo..... dan masih banyak lagi. Bahkan detik.com pada tanggal 9 januari 2015 merilis ada sekitar 40 BC pesan tentang kesehatan adalah HOAX. (update)
http://warungkopi.okezone.com/thread/435752/40-broadcast-pesan-kesehatan-ini-ternyata-hoax
http://warungkopi.okezone.com/thread/435752/40-broadcast-pesan-kesehatan-ini-ternyata-hoax
(link detik sudah ganti isinya, gak tahu iklan atau apa. Saya ganti dengan link kaskus dan blog okezone)
Nah teman teman, hati hati menerima sebuah informasi. Cek dan ricek terlebih dahulu tentang kebenaran informasi tersebut. Jangan buru buru ikut menyebarkan. Jika yang kita sebar adalah kebohongan kita termasuk penyebar kebohongan. Lebih ngeri lagi yang kita sebar adalah kebencian.
Jika yang kita sebar itu kebaikan, maka lakukan dengan baik. Tulis sumber tulisan, copas dari grup mana, siapa penulisnya. Selain menghargai penulis, dengan mengetahui sumber tulisan kita bisa langsung kroscek kebenaran informasi, bisa langsung diskusi dengan penulisnya.
Yang tidak kalah penting adalah jangan tinggal glanggang colong playu. Ketika sudah memutuskan untuk menyebar sebuah informasi di group maka bertanggung jawablah.
Posting Komentar untuk "Berbagi Kebaikan, Lakukan dengan Cara yang Baik"