Reting ngiwa ménggok nengen sebuah joke yang akrab ditelinga kita. Itu joke yang ditujukan kepada kaum mak mak. Dan kenyataannya memang begitu. Sebagian besar mak mak di negri ini jika kasih lampu sign kiri malah beloknya ke kanan. Atau sebaliknya. Karena saking terbiasanya maka kalo di jalan ada mak mak "reting' pun sudah biasa. Pastikan dulu dia belok ke mana. Sesuai gak sama sign yang diberikan. Gak usah di klakson. Selain berbahaya bagi mak mak yang b ersangkutan juga berbahaya bagi anda. Karena anda bisa kena damprat sang mak mak.
Negeri ini pun sudah layaknya mak mak. "Reting" nya mengecoh rakyat. Inkonsistensi. Ngomong A yang dilakukan B. Bahkan ada sebuah organisasi mahasiswa di UGM memberi penghargaan kepada presiden Jokowi sebagai pemenang lomba ketidaksuaian-omongan bahkan seorang peneliti dr Australia menyebut jokowi sebagai man of contradiction
Yang ramai sekarang adalah masalah presiden 3 periode. Dua kali presiden menyatakan bahwa presiden 3 periode adalah upaya menampar muka, menjilat, dan menjerumuskan. Tapi kabar terakhir melalui Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Ade Irfan Pulungan mengatakan Presiden Joko "Jokowi" Widodo tak berminat untuk menjabat sebagai presiden selama tiga periode. Namun jika banyak pihak yang mendorong Jokowi untuk kembali maju dalam pemilihan presiden, kata Irfan, keputusan akan diserahkan kembali kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Berita selengkapnya
Saya cuma mencoba mengeluarkan uneg uneg. Dengan adanya berita berita itu saya kok merasa komunikasi publik pemerintah itu seperti "reting" nya mak mak.
Posting Komentar untuk "Reting kiwa ménggok nengen"