Mengadu Kepada Hujan


'Kamu sedang apa?"
"Sstt, diam jangan berisik. Aku sedang mengadu kepada hujan."
"Kenapa tidak mengadu kepada teman?"
"Aku tidak mempunyai teman."
"Kenapa tidak mempunyai teman?"
"Karena tidak ada yang suka padaku."
"Kenapa mereka tidak suka padamu?"
"Entah, mungkin karena aku tidak menarik."
"Darimana tahu kamu tidak menarik?"
"Dari sikap mereka yang tidak peduli kepadaku."
"Mungkin bukan karena tidak peduli, tapi karena sikapmu yang suka asik sendiri."

Aku menoleh dan menatap kamu yang sedang tersenyum padaku. Sesaat aku terdiam, bagaimana mungkin aku mengobrol dengan orang asing yang tidak aku kenal?
Dan bagaimana mungkin aku tidak menyadari bahwa sedari tadi dia berdiri di sampingku, melindungiku dari hujan dibawah payungnya?

Dia berdehem, menyadarkanku bahwa aku sudah sekian lama menatapnya.
"Oh, maaf," Kataku seraya berpaling darinya, menarik tanganku dari hujan berlalu, dan berlari menembus hujan.
Samar kudengar panggilannya...
"Eti, itu kamu bukan?"
Aku berhenti, menatapnya, mencoba mengenali, seorang lelaki, hmm ganteng juga...(ehh?) tetapi aku tidak menenalinya lagi.
Hah, lagi?
Lalu aku memutuskan tuk berbalik pergi, menembus hujan, berlalu seraya melanjutkan pengaduanku padaNya...
"Tuhan, aku tidak mengenalnya bukan?"
-------*

Posting Komentar untuk "Mengadu Kepada Hujan"