Menulis itu sebenarnya mengasyikkan. Bisa menuangkan apa yang ada dalam pikiran setiap waktu setiap saat tanpa berisik. Bisa menjadi satu kenangan tersendiri dan tulisan akan tetap ada meski nanti kita telah tiada. Dan kali ini saya akan menulis lagi. Jangan bosen baca ya. Hee.
Kali ini saya akan menulis sisi lain tentang perasaan saya saat reuni. Tentang campur-campurnya berbagai rasa yang kemudian menyatu menjadi hiasan indah di hati, seperti pelangi (senyum).
Yang pertama terharu, kenapa? Karena rencana yang awalnya saya tidak yakin akan banyak yang rawuh, eh ternyata banyak, ada 31orang. Beneran lhoh ini bikin baper, pingin nangis hiks.
Disamping haru ada seneng, happy, gembira, saya bisa bertemu teman-teman SMP yang tadinya tidak akrab, karena reuni menjadi akrab seperti saudara. Yang tadinya lupa menjadi ingat, yang tadinya tidak pernah ngobrol jadi mengobrol. Yang tadinya tidak pernah poto bersama ada banyak kenangan narsis bareng. Yang tadinya tidak pernah makan bareng, malah berbagi makanan. Hiks pingin nangis, hiks baper lagi. Mungkin karena hati saya lembut ya, jadi suka baper. (Gubrakk glonthang hihihi).
Geli, hihihi melihat gaya polah temen-temen. Ada yang merhatiin sesama temen, ada yang mojok bareng-bareng, ada yang narsis sendiri gak peduli temennya, ada yang menaikkan penumpang hitam (ups, keceplosan heee). Ahayhay....senyum-senyum sendiri jadinya heee. Ditambah lagi uraian hikmah syawalan Pak Basit yang penuh sindiran tetapi dikemas dengan gaya nglucunya. (Hehe...iyakan teman? Golek pendukung hihihi) Soalnya saya terlambat, yang saya ingat cuma poligami heee.
Dan kemudian rasa selanjutnya adalah sedih, kenapa sedih? Kok bisa bareng rasa senang sedih dalam situasi yang sama sih? Haembuh yaa saya memang gitu orangnya, aneh hahaha. (Ini sedih po seneng sih, geje heheh).
Sedih karena datangnya telat, sedih karena waktu ketemunya sebentar, sedih karena yang sedianya mau datang pada tidak bisa datang karena alasan yang memang tidak bisa dihindari. Sedih karena tidak cukup waktu berbagi kenangan. Hiks pingin nangis lagi. Tissuu plisss...hiks.
Kecewa, iya ada kecewa karena ada teman kita yang tidak kerso rawuh, karena alasan yang tidak bisa saya mengerti. Kecewa karena tidak bisa berbagi gebleg lebih awal. Kecewa karena saya tidak sempat mencicipi tempe benguk cilik-ciliknya. Huhuhu...mewek. tempe mana tempe...!!
Yang terakhir adalah harap, (sentrup...meleleh) saya berharap bahwa reuni ini menjadi silaturahim yang berkah. Dapat memberi manfaat satu sama lainnya. Dapat menghapus luka bila ada yang pernah terluka. Menghapus kenangan pahit menjadi manis diakhirnya. Dapat memaafkan bila ada khilaf salah diantara teman. Menambah rasa persaudaraan yang langgeng. Dan menjadi sahabat sejati selamanya. Aamiin.
Terakhir mohon maaf bila ada salah dan khilaf, bila ada yang tidak berkenan, Taqobbal Allohu minna wa minkum, taqobbal yaa karim. Ja'alanallohu wa iyyakum minal 'aa idiin wal faidzin. Kullu 'amin wa antum bi khoirin daa imiina ila yaumuddiin. Aamiin ya Robbal 'alamin.
Posting Komentar untuk "Sisi Lain "