Obrolan Malam Bersama Bulan Sabit

Rabu, 18 Mei 2016.
Hanya obrolan kecil biasa.
Tentang waktu dan peristiwa yang tak dapat dihentikan.
Sesekali menyeruput kopi hitam dari cangkir yang sama, semenjak puluhan tahun lalu.
Cinta, adalah topik yang tak pernah selesai kami bicarakan.
Selalu ada hal  baru yang menggugah perdebatan kami.

Dulu, 
umur belasan kami akan galau berat saat upacara, menaikkan bendera tak sinkron dengan lagunya.
Sekarang,
anak belasan galau tak bisa berhubungan intim dengan teman dekatnya, hmm amboiii..!
Dulu,
kami bangga melek malam minggu ikut lomba penyusuran tapal batas, tanpa tidur semalam suntuk.
Sekarang,
anak-anak  bau kencur ini bangga karena sudah tidak suci dan dapat gadget mahal sebagai gantinya, duhhh..!

Sesak hati kami, aku dan bulan sabit.
Kemana perginya cinta indah yang semua insan akan bahagia bila bersentuhan dengannya?
Apakah bumi ini telah terlalu tua, sehingga cinta sucinya ikut sekarat tak bisa bersemi lagi?
Malam-malam menuju Ramadhan ini, aku dan bulan sabit bahkan sudah tak mampu berkata-kata.
Kami hanya berpandangan, sesekali mengusap air mata kami dan memohon perlindungan dari Sang Maha Cinta.
Kami berdua yang tak paham dengan kekejian dan kesadisan yang terus muncul bagai belatung yang keluar dari sampah perut ikan.

Allah Yaa Karim,
Pagi sebentar lagi datang.
Dan aku berharap bulan sabit berjanji esok malam akan kembali, ketika sayup-sayup dia dendangkan sebuah lagu Gugun Blues Shelter, 
"I can't wait for a day, will I see you again my love."
Erat ku genggam jemarinya, ketika dia bisikkan sebait lagu,
"Selamat tinggal kasih, sampai kita jumpa lagi, aku pergi, tak kan lamaa."
   
Lalu, pagi benar-benar datang dengan segala pesonanya. 
Dan berharap, esok malam bulan sabit datang kembali meneruskan obrolan yang tak pernah usai.

============
Tulisan Mbak Endrayani 3A, terinspirasi dari sepenggal kisah amburadulnya pergaulan anak negri. Dengan sedikit edit, semoga tidak mengurangi makna.


1 komentar untuk "Obrolan Malam Bersama Bulan Sabit"

  1. Super
    Tentunya bulan sabit tidak hadir esok malam, karena purnama. Nek bulan sabit terus njuk piyee?

    BalasHapus