Kematian Itu Dekat



Sungguh benar, bahwa kematian itudekat. Seorang teman bilang, 
"Orang hidup itu antri mati, hanya kita tidak tahu kita dapat nomer berapa dan sudah sampai nomer berapa."
Dan hari ini pagi, saya mendapat kabar bahwa Ibunda salah satu teman kami Mas Isman Mulyadi (3C) tiada tadi pagi. Teman SD saya Mas Sakir dan Mbak Iwuk yang juga tetangga Mas Isman yang mengabarkannya. Juga Pak Sutrisno (3C) mengabari beberapa saat kemudian.

Beberapa waktu lalu Pak Sutris cerita kalau sedang menjenguk tetangganya, Ny Kumilah yang terkena Leptospirosis di RSUD Wates, tetapi tidak cerita bahwa beliau Ibunda Mas Isman. Saat Bu Kumilah membutuhkan transfusi saya ikut mencarikan donornya, pun masih belum tahu kalau beliau Ibundanya Mas Isman. Baru tahu tadi pagi saat berita lelayu sudah menyebar. Maaf.

Saya melayat pagi mruput saat jenazah almarhumah disucikan. Rumah Mas Isman di selatan lapangan Klampok. Saya dua kali ke sini. Pertama dulu sekali saat menjenguk Mas Isman sakit, bersama Pak Sutris dan Om Riken. Kedua, hari ini tadi saat takziah. 

Bertemu dengan Mbak Sri salah satu kerabat Mas Isman, menceritakan sakitnya almarhumah. Bahwa hari Jumat tanggal 25 Maret beliau merasa lemes, kemudian dibawa ke dokter Prambudi. Tetapi Dokter bilang tidak sanggup dan di minta dirujuk ke RSUD. Jumat itu juga diketahui terkena leptospirosis dan hari sabtu sempat cuci darah karena menyerang organ ginjalnya. Selasa tanggal 29 sempat transfusi, Rabu kondisi semakin memburuk dan pagi tadi belaiu dipanggil Alloh. Innalillahi wa inna ilaihi Roji'un. Semua berasal dariNya dan akan kembali padaNya.

Menurut Mbak Sri sebenarnya almarhumah sudah mengeluh gak enak badan seperti masuk angin dan tidak sembuh-sembuh sejak seminggu sebelumnya. Tetapi tidak mengerti kalau ternyata beliau kena leptospirosis. Mengenai penyakit ini silakan klik di sini. Diduga almarhumah kena penyakit ini saat bekerja di sawah, mengingat menurut Mbak Sri almarhumah mempunyai luka di kaki. Semoga diterima amalnya dan diampuni dosanya. Keluarga yang ditinggal dikaruniai kesabaran. aamiin.

Setiap jiwa pasti akan mati, Allah Subhhanahu Wata'aala berfirman ; 
"Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati, dan Kami menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan sebagai satu fitnah (ujian), dan hanya kepada Kami lah kalian akan dikembalikan." 
(Al-Anbiya`: 35)

Al-Imam Al-Qurthubi ra, berkata ;
"Ad-Daqqaq berkata, ‘Siapa yang banyak mengingat mati, ia akan dimuliakan dengan tiga perkara: 
1. bersegera untuk bertaubat, 
2. hati merasa cukup, dan 
3. giat/semangat dalam beribadah. 
Sebaliknya, siapa yang melupakan mati ia akan dihukum dengan tiga perkara: 
1. menunda taubat, 
2. tidak ridha dengan perasaan cukup dan 
3. malas dalam beribadah.
Maka berpikirlah, wahai orang yang tertipu, yang merasa tidak akan dijemput kematian, tidak akan merasa sekaratnya, kepayahan, dan kepahitannya. Cukuplah kematian sebagai pengetuk hati, membuat mata menangis, memupus kelezatan dan menuntaskan angan-angan. Apakah engkau, wahai anak Adam, mau memikirkan dan membayangkan datangnya hari kematianmu dan perpindahanmu dari tempat hidupmu yang sekarang?” 
(At-Tadzkirah, hal. 9).
Alloh, Berikan kepada kami akhir yang baik, dalam keadaan husnul khotimah. Aamiin.

2 komentar untuk "Kematian Itu Dekat"