Hikmah di Balik Gerhana Matahari

Tanggal 9 Maret 2016 terjadi peristiwa alam yang di tempat yang sama hanya akan berlangsung 350 tahun sekali, dan di tempat-tempat berbeda 31 tahun sekali, yaitu gerhana matahari total. Gerhana matahari adalah peristiwa di mana matahari ditutupi oleh bulan. Kalau diperhatikan kata gerhana matahari, bahwa yang disebut adalah yang ditutupi. Matahari ditutupi oleh bulan. Peristiwa ini seakan mengatakan kepada kita bahwa yang dicintai oleh Allah itu adalah orang orang yang tertindas (tertutupi). Seperti pesan Nabi, kun madhluman wala takun dhooliman (jadilah orang yang teraniaya dan jangan jadi orang yang menganiaya).
Periatiwa gerhana matahari itu terjadi karena matahari-bulan-bumi terletak dalam satu garis lurus. Sementara, masing masing melakukan gerakan berputar dan melingkar. Berevolusi dan berotasi.
Ada garis lurus dan melingkar. Kalau kita tarik ke pemahaman rejeki, Allah memberi rejeki kepada kita itu sering kali menuruti garis lingkar, tidak langsung. Kita berkorban saat ini besok kita memetik hasilnya. Seorang pedagang merugi dengan memberi harga murah demi menolong orang lain tapi dia yakin nanti Allah melipatgandakan keuntungan atau barokah justru dari langkah rugi tadi. Bersedekah, bersyukur adalah lingkaran. Jadi kita bergerak menuju Allah terlebih dahulu maka Allah akan mengatur dengan perhitungan yang tidak kita sangka sangka.
(Maiyah Bangka, 8 maret 2016)

Posting Komentar untuk "Hikmah di Balik Gerhana Matahari"