Gerimis Simpang Jalan
Ketika aku berkeras diri
Menunggumu disini
Simpang jalan penghujung kota
Gerimis sore mulai turun
Membawa cerita lalu
Yang belum usai
Aku membiarkannya
Gerimis membuka
Secuil kenangan tentang rindu
Menghangatkan jiwaku yang dingin
Aku masih disini
Simpang jalan ujung kota
Berharap gerimis
Membujuk hati yang resah
Merayu jiwa yang gelisah
Menemaniku
Entah sampai kapan
******
Berkawan Hujan
Menyusuri jalan setapak
Tanpa rumput
Tanpa embun
Hanya hujan
Memburu langkah
Yang tak lagi tegak
Hujan ini..
Berkejaran di ranting pohon
Menjalar ke pucuk daunnya
Dan berlomba
Membasahi rambut yang memutih
Aku serahkan saja
Raga renta ini
Berkawan dengannya
Hingga tak nampak
Lagi beda
Apakah hujan
Atau airmata..
******
Desember
Hujan membawamu kala itu
Menembus daun-daun bakau
Di rawa-rawa..
Bergantung di pucuk-pucuk
Cemara yang menjulang
Aku hanya terdiam
Berharap ini mimpi
Yang lenyap di kedatangan pagi
Hujan membawamu
Awal Desember
Menyisakan tanya
Dan setitik airmata
Kenapa luka ini
Terasa nyata perihnya..
*****
Aku Masih Rindu
Pada senyumnya
Yang tak terlalu manis
Pada langkahnya
Yang selalu tergesa
Dan melempar tatapan ketus
Padaku yang penuh harap
Aku selalu rindu
Dan penuh harap
Mencari-cari senyum ketus itu
Di setiap kota
Ahh..
Dimana dia berada..
*****
Selayang Pandang Dari (Saya), Editor
(Sok jadi editor haha... Timpuk penghapus!)
Siapa yang tidak kenal Mbak Endrayani atau sering dipanggil Iin? Jagoan puisi angkatan kita?
Nah jangan nunggu besok, sekarang juga kudu kenalan, karena pasti anda akan suka dengan karya-karyanya.
(....Sstt...bakalan dapat angpau deh saya..haha)
Kenapa kudu kenal?
Karena agar tidak salah orang bila mau minta tandatangan.....aduhh (ada yg tersanjung...haha)
Oh ya, Mbak Iin ini menulis karena sering dapat inspirasi. Dimanapun berada kapanpun, dalam suasana apapun, bahkan saat 'nganu' pun (sensor yaaa haha) sering dapat. Top dah pokoknya. Yah, bahasa mistiknya itu wangsit gitu. (dukun kalee.. Haha)
Nah pada tulisan kali ini, pasti ada yang penasaran, darimana Mbak In dapat wangsit?
Mbak In rada enggan cerita sih sebenernya. Tapi saya tahu darimana, kubocorin dikit yaaa...
"Sstt.. Kubisikin, jangan sampai ada yang dengar.... (celingak-celinguk kiri kanan)...Gara-garanya saya curhat...."
Haha....
(Hati-hati dengan bisikan hoax ya..)
Udah gitu aja, selamat menikmati... 😁
Posting Komentar untuk "Bilik Puisi"