Akhir
minggu atau orang-orang sekarang bilang week
end, adalah hari yang selalu aku tunggu. Saat Si Ayah pulang dan berkumpul
dengan keluarga kecil kami. Aku, Mbak Shafa, mbak Farah dan Biyan ragilku. Happy
family. J
Jalan-jalan
adalah salah satu agenda kami, jalanan panjang yang ramai, bentangan langit
luas yang indah, kelok sungai dan air yang mengalir tenang, semua mempesonaku. Mengingatkanku
akan kebesaran Ilahi.
Saya ingat
guru mengaji saya mengatakan, didalam Alquran dinyatakan bahwa orang yang tidak
beriman adalah mereka yang tidak mengenali atau tidak ada kepedulian akan ayat
atau tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah di alam semesta ciptaan-Nya.
Sebaliknya,
ciri orang yang beriman adalah kemampuan memahami tanda-tanda dan bukti-bukti kebesaran
Sang Pencipta tersebut. Ia mengetahui bahwa semua ini diciptakan tidak dengan
sia-sia, dan memahami kebesaran dan kesempurnaan ciptaan Allah di dunia ini.
Pemahaman ini pada akhirnya mengantarkannya pada penyerahan diri, ketundukan
dan kepasrahan secara total kepada-Nya. Ia adalah termasuk golongan yang
berakal, yaitu
"...orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau
duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan
langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau
menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari
siksa neraka." (QS. Ali 'Imraan, 3:190-191)
Di banyak
ayat dalam Al Qur'an, pernyataan seperti, "Maka mengapa kamu tidak
mengambil pelajaran?", "terdapat tanda-tanda (ayat) bagi orang-orang
yang berakalr" contohnya :
“...Maka siapakah yang mampu
memberinya petunjuk setelah Alloh (membiarkannya sesat?) mengapa kamu tidak
mengambil pelajaran?” (QS. Al
Jasiyah : 23)
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian
malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Alloh) bagi orang yang berakal.”
(QS. Ali 'Imraan, 3:19)
Hal itu memberikan
penegasan tentang betapa pentingnya memikirkan secara mendalam tentang
tanda-tanda kebesaran Allah. Allah telah menciptakan beragam ciptaan yang tak
terhitung jumlahnya untuk direnungkan. Semua yang kita saksikan dan rasakan di
langit, di bumi dan segala sesuatu di antara keduanya adalah perwujudan dari
kesempurnaan penciptaan oleh Allah, dan oleh karenanya menjadi bahan yang patut
untuk direnungkan. Satu ayat berikut memberikan contoh akan nikmat Allah ini,
"Dia
menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur
dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar
ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan." (QS. An-Nahl, 16:11)
Alloh,
pemandangan ini sungguh menggetarkan sanubariku, kumpulkanlah kami dengan
golongan orang-orang yang beriman, yang mampu memahami ayat-ayat-Mu di alam semesta
ini. Aamiin.
Tulisan ini terbit, terinspirasi foto-foto alam hasil jepretan Mbak Tiwi Yuliati 3A yang nampak di video :-)
Posting Komentar untuk "Merenungi Kebesaran Alloh"