Puisi Mbak Endrayani

Mbak Endrayani,

Adalah teman seangkatan kita yang duduk di kelas A. Saat SMP beliau adalah pembaca puisi yang jadi andalan Bu Wanti Bu Guru Bahasa Indonesia kita untuk dikirim lomba di tingkat kecamatan, kabupaten maupun propinsi. Rumahnya Banaran, orangnya putih, cantik, ramah, lucu, apa adanya, tetapi sedikit tomboy. Hmm...sebenarnya tidak sedikit sih, agak banyak, eh enggak ding, banyak malahan, xixixi.  :P 
Oya selain membaca puisi, ternyata beliau juga piawai membuat puisi. Saya suka puisi-puisinya yang kadang ditulis di FB. 
Tadi pagi Mbak Endra saya japri untuk tulis puisi dan "simsalabin adakadabra!" langsung saya dibuatin 3 buah puisi sekaligus. Hohoho, keren kan ?! 
Nah berikut ini karyanya. 
Selamat menikmati ;-)

Buai
Saat-saat rindu mengalun dari biolamu, 
aku tahu sayap-sayap kecilmu mengepak menghantarnya ke langit ke tujuh.
Lalu, nada cinta mengucur dari pintu-pintu surga.
Menggantung di pucuk-pucuk daunan basah.
Aku lelap dalam pesona.
Cuai
Dimana kau Bung?
Kucari kau di awan
Katamu negara sekarat
Tungkus lumus aku
Dalam deraan tojangan kata
Tak usah guna madah katamu
Aku mencarimu Bung!
Di ceruk meruk pelosok negri
Haa
Itupun Kau
Terperuk dalam kelengkang Mak Kau
NB :
Cuai : Semacam sembrono (kurang aware)
Tojangan : tendangan
Terperuk : terdiam sembunyi tak berdaya

Kematian
Hari ini tak biasa
Terasa hangat
Di sekujur sesak dadaku
Nyeri tiada
Perih pun entah kemana
Semua terdiam
Dalam isak yang tertahan
Ada kereta hitam
Berhenti dalam sunyi
Erat tanganku tergamit
Membawaku ke dalamnya

13 komentar untuk "Puisi Mbak Endrayani"

  1. Begitu baca buai, aku seakan merasakan penuhnya sebuah rindu dan cinta. hahah

    BalasHapus
  2. Begitu baca bui seakan lepas dari bui dan bebas lepas.

    BalasHapus
  3. Jeng siti, ora isa mentas po, kok terhanyut muyu

    BalasHapus
  4. Jeng siti, ora isa mentas po, kok terhanyut muyu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ben comment e ketok akeh je...hehehe...

      Hapus
    2. Ben comment e ketok akeh je...hehehe...

      Hapus
  5. Nggak nyana, duwe kanca seniman. Brosot 90 siap menerbitkan kayane..

    BalasHapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  7. Semoga segera bermunculan seniman2 angkatan 90....

    BalasHapus