Minggu, 21 Februari 2016 di kolam renang hobi hobi, pondok gede, bekasi, komunitas limagundu mengadakan workshop permainan tradisional. Dalam workshop itu diperkenalkan kepada anak anak 3 permainan tradisional yaitu boi boinan (bandempo, sepak sekong), bentengan (jek jek an), dan gasing. Ada sekitar 30 anak yang sangat antusias mengikuti kegiatan ini, termasuk anak saya.
Latar belakang diadakan acara ini adalah bahwa anak anak sekarang rata rata sudah tidak lagi bermain permainan yang melibatkan teman temannya secara langsung. Mereka sudah beralih ke permainan soliter/individual dengan properti gadget, seperti game console, tablet, dan smart phone. Yang menjadi perhatian panitia adalah permainan anak anak jaman sekarang secara signifikan telah menghilangkan daya kreasi dan sosialisasi anak.
Permainan tradisional melibatkan semua unsur tersebut, kreativitas dan interaksi sosial. Sebut saja permainan boi boi nan atau bandempo, atau sepak sekong. (meski properti dan aturan main beda, tp memiliki banyak kesamaan). Permainan ini mengharuskan anak anak mencari properti seperti pecahan genteng dan atau pecahan keramik untuk disusun sebagai sasaran. Kemudian mereka harus membuat kelompok. Disini jelas komunikasi antar anak sangat kuat. Secara tidak sadar mereka sudah menjalankan yang namanya pembagian tugas, siapa yang mencari pecahan genteng, siapa membawa bola, siapa yang membagi kelompok dan lain lain. Kemudian didalam permainannya mereka harus berlari, melempar, menghindar, dan atur strategi. Ada unsur latihan fisik dan latihan otak yang dilaksanakan bersama sama.
Pun dalam permainan tradisional lainnya anak anak bisa belajar banyak hal, seperti kepemimpinan, atur strategi, olah raga, sosialisasi, komunikasi dan lain lain.
Pun dalam permainan tradisional lainnya anak anak bisa belajar banyak hal, seperti kepemimpinan, atur strategi, olah raga, sosialisasi, komunikasi dan lain lain.
Anak anak sekarang sudah jarang yang memainkan permainan tradisional. Apa lagi di perkotaan. Paling banter main layangan dan bentengan untuk anak laki laki. Lompat tali dan sudah manda untuk anak perempuan. Saya masih menemui permainan permainan itu di lingkungan tempat tinggal saya.
Menurut saya permainan tradisional bisa di kenalkan melalui operator operator outdoor activities. Rata rata mereka mengadaptasi permainan permainan impor untuk bahan pelatihan. Maka alangkah bagusnya jika mereka memakai permainan tradisional untuk pelatihan. Yaaa, dengan modifikasi sana sini untuk tujuan tertentu tentu tidak ada salahnya. Intinya adalah melestarikan permainan tradisional.
Pelajaran olah raga sekolahan juga bisa menjadi bagian pelestari permainan tradisional ini. Jangan melulu mngajarkan pelajaran olah raga yang main stream, sprti futsal, bela diri, bulu tangkis dan lain lain. Tetapi sekolahan juga bisa mengenalkan gobag sodor misalnya.
Pelajaran olah raga sekolahan juga bisa menjadi bagian pelestari permainan tradisional ini. Jangan melulu mngajarkan pelajaran olah raga yang main stream, sprti futsal, bela diri, bulu tangkis dan lain lain. Tetapi sekolahan juga bisa mengenalkan gobag sodor misalnya.
Posting Komentar untuk "Anak anak dan permainan tradisional "